Tentang Batik

PROSES PEMBUATAN BATIK

Dibawah ini ada beberapa artikel pengenalan Batik. Saya ini lahir di Pekalongan yang notabene kata orang sih Kota Batik. dan emang bener, saya dari kecil hidup dilingkungan Batik, dari nenek sampe bulek-bulek saya jago ngebatik tulis.  Meskipun saya bukan anak juragan batik, tapi saya cukup tahu tentang batik dari  ilmu yang saya dapatkan langsung dari lapangan dan dari berbagai sumber yang saya dapatkan dari internet. Linknya saya cantumkan di Blogroll.  Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat yang ngebaca…

Dan semoga orang-orang Indonesia bisa lebih menghargai Batik dan warisan budaya serta melestarikannya. Dan buat orang yang suka nawar harga batik secara ga wajar, setelah membaca artikel ini kalian akan  berfikir  dua kali sebelum nawar harga batik..

Batik berdasarkan Proses Pembuatan dibagi menjadi 2:

  • Batik Tulis, Batik yang proses pembuatannya dengan menggunakan alat canting
  • Batik Cap, Batik yang proses pembuatannya dengan menggunakan canting cap.

Perbedaan antara kedua jenis batik diatas adalah :

  • Waktu prosesnya.

Batik Tulis membutukan waktu lebih lama dalam hal pembatikan (penggambaran motif) karena dibuat dengan sangat detil  dengan membatik motifnya satu persatu. Sedangkan, Batik cap membutuhkan waktu lebih cepat, karena pembatikannya dengan menggunakan canting cap.

  • Motif.

Pada Batik Tulis, motif dalam satu kain batik bisa terdiri dari banyak motif dan biasanya sangat detil dan motifnya sangat beragam. Ciri khasnya biasanya banyak motif isen-isennya. Sedangkan Batik Cap, batik cap merupakan perulangan motif canting cap yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan motif batik yang  diinginkan. Karena Canting Cap merupakan beberapa kumpulan motif-moti batik. Ciri khas batik cap biasanya motif-motifnya lebih besar-besar.

Proses  Pembuatan Batik :

1. Nganji

Sebelum dicap, biasanya mori dicuci terlebih dahulu dengan air hingga kanji aslinya hilang dan bersih, kemudian di kanji lagi. Motif batik harus dilapisi dengan kanji dengan ketebalan tertentu, jika terlalu tebal nantinya malam kurang baik melekatnya dan jika terlalu tipis maka akibatnya malam akan “mblobor” yang nantinya akan sulit dihilangkan. Mori dengan kualitas tertinggi [Primisima] tidak perlu dikanji lagi, karena ketebalan kanjinya sudah memenuhi syarat.

2. Penggambaran motif batik

Proses ini khusus untuk jenis Batik Tulis, karena pada batik cap penggambaran langsung dengan menggunakan canting cap.

Sebelum proses pembatikan dimulai, pertama-tama motif harus digambar terlebih dahulu. Biasanya dengan menggunakan kertas minyak .  Kemudian , motif tadi akan dijiplak pada kain mori/sutra dilakukan  dengan menggunakan meja khusus dari kaca dan diberi lampu dibawahnya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan proses penjiplakan gambar pada kain. Karena gambar akan lebih mudah diterawang. Mungkin  sekarang sudah menggunakan cara yang lebih modern, tapi cara inilah yang biasa digunakan pada  waktu itu. Mungkin lain kali saya akan memperlihatkan gambar meja tersebut.

3. Pembatikan

Inilah proses inti dari batik, proses ini akan sangat menentukan hasil akhir batik.  baik  Batik Tulis maupun Batik Cap. Pada batik tulis pembatikan dengan menggunakan canting . Motif digambar satu persatu dengan sangat detil. Biasanya motif yang di skets hanyalah garis luarnya saja, sedangkan detilnya akan diisi sendiri oleh orang yang membatik.  Karena itu pada proses ini sangat dibutuhkan ketelitian ,kerajinan  dan kesabaran yang sangat tinggi.    Tidak heran harga batik tulis sangat mahal, karena pembuatannya sangat rumit. Aku sendiri pernah mendapat tugas membatik dari guru SMP-ku, ternyata tidak semudah yang aku lihat selama ini. Bahkan temen-temen ku banyak yang minta dibuatin oleh orang lain…kembali ke batik.

Tidak jauh beda dengan batik Cap, proses pembatikan dengan menggunakan canting cap juga harus dilakukan dengan hati-hati.  Agar motif dapat ketemu dengan benar.  Hal ini juga membutuhkan keahlian khusus, dan ketahanan tubuh yang bagus, karena mereka bekerja disamping bara api yang panas untuk menjaga agar malam tetap cair.  Nah, kebayang kan gimana susahnya… ini baru separo perjalanan batik, proses selanjutnya masih panjang …

4. NGLOWONG, Pelekatan malam [lilin] yang pertama.

Selesai dikemplong mori sudah siap untuk dikerjakan. Teknik pembikinan batik terdiri dari pekerjaan utama, dimulai dari pekerjaan utama, dimulai dengan nglowong ialah mengecap atau membatik motif-motifnya diatas mori dengan menggunakan canting

Nglowong pada sebelah kain disebut juga ngengreng dan setelah selesai dilanjutkan dengan nerusi pada sebelah lainnya

5. NEMBOK, pelekatan malam kedua

Sebelum dicelup kedalam zat pewarna, bagian yang dikehendaki tetap berwarna putih harus ditutup dengan malam. Lapisan malam ini ibaratnya tembok untuk menahan zat perwarna agar jangan merembes kebagian yang tertutup malam.

Oleh karena itu pekerjaan ini disebut menembok, jika ada perembesan karena tembokannya kurang kuat maka bagian yang seharusnya putih akan tampak jalur2 berwarna yang akan mengurangi keindahan batik tersebut. Itulah sebabnya malam temboknya harus kuat dan ulet, lain dengan malam klowong yang justru tidak boleh terlalu ulet agar mudah dikerok.

6. MEDEL, Pencelupan pertama dalam zat warna

Tujuan Medel adalah memberi warna biru tua sebagai warna dasar kain. Jaman dulu pekerjaan ini memakan waktu berhari-hari karena menggunakan bahan pewarna indigo [bahasa jawanya : tom]

Zat pewarna ini sangat lambat menyerap dalam kain mori sehingga harus dilakukan berulang kali, kini dengan bahan warna modern bisa dilakukan dengan cepat.

7. NGEROK, Menghilangkan malam klowong

Bagian yang akan di soga agar berwarna coklat, dikerok dengan Cawuk [semacam pisau tumpul dibuat dari seng] untuk menghilangkan malam nya.

8. MBIRONI, Penggunaan malam ke tiga

Pekerjaan berikutnya adalam mBironi, yang terdiri dari penutupan dengan malam bagian-bagian kain yang tetap diharapkan berwarna biru, sedangkan bagian yang akan di soga tetap terbuka. Pekerjaan mBironi ini dikerjakan didua sisi kain.

9. MENYOGA, Pencelupan kedua

Menyoga merupakan proses yang banyak memakan waktu, karena mencelup kedalam soga. Jika menggunakan soga alam, tidak cukup hanya satu dua kali saja, harus berulang.

Tiap kali pencelupan harus dikeringkan diudara terbuka. Dengan menggunakan soga sintetis maka proses ini bisa diperpendek hanya setengah jam saja. Istilah menyoga diambil dari kata pohon tertentu yang kulit pohonnya menghasilkan warna soga [coklat] bila direndam di air.

10. NGLOROD, Menghilangkan malam

Setelah mendapat warna yang dikehendaki, maka kain harus mengalami proses pengerjaan lagi yaitu malam yang masih ketinggalan di mori harus dihilangkan, caranya dengan dimasukkan kedalam air mendidih yang disebut Nglorod. Dan proses penutupan adalah dengan mengeringkan kain batik yang sudah di Lorod langsung dengan sinar matahari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s