Kenaikan harga bahan baku batik

Kenaikan harga bahan baku batik

Assalamualaikum…

Udah lama banget aku ga pernah update blog-ku ini. maaf ya temen-temen…

maklum aku baru jadi ibu, jadi lagi sibuk banget buat belajar jadi ibu yang baik.

Oia,aku mau cerita dikit nih, kan abis lahiran aku putusin buat resign trus aku coba-coba tuh jualan batik dengan modal yang kecil, yang pasti jualan batik pekalongan dong (hehe…) kan sekalian nyari untung juga ngelestariin budaya bangsa gitu lohh…

Ga nyangka ternyata peminatnya luar biasa…hampir tiap kali belanja pasti abis kejual. Alhamdulilah buat uang pulsa, jadi kan ga ngandelin suami terus. Nah… lagi seneng-senengnya dagang nih, udah dapat pelanggan  ehh malah harga batik ngelonjak ga tanggung-tanggung hampir 30% . Lumayan tinggi kan, yang biasanya 30% jadi untung sekarang jadi harga normal.

emang sih,harusnya Batik mendapat value lebih tinggi dari sekarang,karena selama ini kalo dibandingin dengan rumitnya proses pembuatan, jelas sekali nilainya terlalu rendah. Tapi kalo udah soal bisnis, yang kaya gini nih yang bikin pusing para seniman batik,termasuk penjualnya kaya saya (hehe…)

Yah terpaksa deh berhenti jualan,hikss….

abisnya kalo baru naik kaya gini ngejualnya agak susah. karena pasarku termasuk orang-orang yang kurang mengenal batik. yang mereka tahu ya,kualitas  bagus dan harga yang murah,biasalah sifat alami customer terutama ibu-ibu (hehe…)

berikut ini tentang faktor penyebab kenaikan harga baku batik yang dikutip dari (news.okezone.com)

JAKARTA – Pengrajin batik nasional kesulitan dalam memperoleh pasokan bahan baku kain karena gangguan cuaca di negara asal impor. Selain pasokan yang sedikit, harganya juga mengalami lonjakan mencapai 100 persen. Kedua hal itu menyebabkan kenaikan harga produk akhir, termasuk produk batik lokal hingga 20 persen, sehingga margin pengrajin batik terpangkas.

Anomali cuaca juga menyebabkan kekurangan (desifit) pasokan bahan baku kapas secara global sekira 21 juta bal. Sehingga, beberapa negara produsen kapas terbesar seperti India dan Australia menerapkan kebijakan kuota ekspor kapas dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan domestik.

Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno  mengatakan, pada saat ini, harga kapas melonjak dua kali lipat, dari USD1,5 per kg menjadi USD2,8 per kg. Kenaikan harga kapas diikuti oleh kenikan  harga benang naik sebesar 60 persen, kain sekira 30 persen dan produk jadi sekira 20 persen.

“Kenaikan harga bahan baku memang tidak dapat dihindari. Suplai kapas dunia berkurang karena perubahan iklim dan ada beberapa kebijakan negara produsen seperti di India yang menerapkan sistem kuota,” kata Benny di Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Menurut Benny, produksi kapas di berbagai negara produsen, tengah mengalami penurunan karena curah hujan. Maka, kata dia, secara otomatis harga melonjak. Pengrajin batik membeli bahan baku kain dengan harga yang lebih mahal dan akibatnya margin makin tipis. Agar harga produk akhir tidak terlalu mahal,  maka konstruksi kain dapat dimodifikasi.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat sekaligus pengrajin batik merk Komar Komarudin Kudiya mengatakan, harga kain katun yang berkualitas bagus mengalami kenaikan dari Rp310-320 ribu per boks menjadi Rp430 ribu per boks. Sedangkan harga bahan baku sutra yang diimpor dari China naik dari Rp360 ribu per kg menjadi hampir Rp525 ribu per kg.

Untuk menyiasatinya, Komarudin mengombinasikan serat bambu sebagai bahan baku kain. Menurutnya, serat bambu cukup populer sebagai bahan baku tekstil di Cina. Karena sifatnya yang lembut dan menyerap keringat, serat bambu kerap digunakan sebagai bahan pakaian dalam wanita.

“Harga produk akhir bisa naik 20 persen. Kalau harga naik diharapkan pembeli memahami. Untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku, kami melakukan kombinasi dengan serat bambu,” ungkap Komarudin.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui,  anomali cuaca memang mengganggu pasokan bahan baku kain batik, seperti katun dan sutra. Apabila hingga pertengahan tahun 2011 harga masih bergejolak, pihaknya akan melakukan intervensi setelah melalui koordinasi antar kementerian untuk memberikan potongan harga.

Selain memberi potongan harga, Hidayat juga mengusulkan pembatasan ekspor bagi buah gondorukem yang merupakan material alam untuk pewarna batik. Selain itu, pihaknya masih menggarap proses pembuatan nomor Harmonized System (HS) tersendiri untuk batik.

 

One Response

  1. assalamualaikum wr.wb.
    mnanggi postingan yg di krm saudari.sya ikut mrsa prihatin,kebetln sya pnya bisnis di bidang limbah kain(jenis PE) kalau misalnya saudri punya chanel ke produsen batik dan berminat dengan produk limbah kain kami di no 089691000996 atau 081218537826.smoga info ini bermanfaat,oh iya nama saya lely jaelani.terimakasih.wasalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: